Jumat, 20 Maret 2009

Tumbuh
dibebatuan...
bertahun tanpa embun
satu kata beralasan bernafas
hanya mau sebagai pohon..
biar tanpa daun yg menghijau
bukan ranting kering...

sesak nafas
mencari humus subur di tanah
geliat mencari sinar mentari
untuk hanya biar sambung detak jantung diesok hari....

menanti desember pada bulan April...
menyapa gemintang di terang hari....

pohon, aku masih
biar kering

Minggu, 15 Maret 2009

READ THIS !!!!!! Addicted to Coffee

Dia berjalan diarah yang sama
setiap hari aku melihatnya
aku tau saat ia lari...atau dengan santai berjalan
bahkan juga waktu ia jatuh tersandung
hahahhaha...wajahnya lucu sekali...

Ia mengernyitkan dahinya
pertanda kesal karna orang disekitar menertawainya
secangkir kopi ditangannya tumpah
kemeja rapih itu bernoda kopi sekarang

kemudian, aku melihatnya lagi...
kali ini dia mengenakan kaos birunya
hhhmmmm.....terlihat sangat keren....cool..
mungkin dia coffee addicted
karna...sekali lagi kulihat dia dengan kopi Camposnya

Dia berdiri dibawah pohon yang daunnya sedang berguguran
dduuuuhhh.....aku ingin menyadarkan dia..
hey...aku ada loch....
hehehehe....mungkin aku harus menjadi barista disitu
supaya dia tau...ada mahluk imut yang ingin bersamanya....

uuuppppsss.....sekarang...

soulmate...pasti ada...tapi entah dimana berada...hanya hatiku mampu menjawabnya.....hehhe...duuucchhh...ujangga banget...ech..baca di notes daku yach,,,addicted to coffee...

AKHIR ADALAH AWAL BAGI YANG LAIN

ketika semua usia sebuah cerita berakhir
ada sebuah ruang kosong yang di tinggalkan
terbengkali mungkin untuk suatu waktu.,...
pedih
hampa
semua blended dalam satu wadah yang tak berbentuk
dan juga tak bernama

sesiap apapun kita menghadapi kenyataan pahit
yg sebelumnya pernah kita bayangkan
pada saat waktunya menjadi nyata
sesaat sebelum itu kita telah dilemahkan
kita sudah terjangkit virus tak percaya diri
dan kita akan menjadi sangat lemah tak berdaya

mungkin kita akan mati.....pasti akan mati
tp...
ntah tak tahu kapan
tp aku sudah 2 x terbunuh.....
aku sudah 2 x mati dlm kematianku...

akhir yg kurang indah disisi kita
mungkin saja menjadi awal yg indah di sisi orang lain
dan juga sebaliknya

sekarang
aku sedang menunggu Tuhanku
datang padaku
mendekatiku
setelah sekian lama aku merasa
dia pergi jauh
mungkin berlayar

Awal...dan akhir
sebuah lingkaran tak berpengujung
entah aku sedang berada d ujung mana sekarang ini
........................
entah

HARI MINGGU PERTAMA D CHAPTER III

Dulu....lama sekali
pernah terbiasa dengan suara dering telphon
di pagi hari, bukan di pagi hari
di subuh yg masih begitu dingin, bahkan sangat dingin....
cuman mengatakan dirinya sudah terjaga
dan siap jalankan aktivitasnya...
sama sekali tak terganggu...
bahkan selalu menantikannya..
hingga kalau sesekali dirinya tak melakukannya
jadi bertanya tanya

hitungan waktu terus berjalan
hingga sampai pada angka yang sama sekali ga pernah terbayangkan
seribu empat ratus empat puluh hari lebih sudah terlewatkan
sungguh bukan waktu yang sedikit untuk sebuah penantian
yang memang dari awal ga pernah jelas

terkungkung dalam masa lalu,
padahal masa lalu tidak pernah mampu menjanjikan harapan
di mana terkadang harus menampik masa di depan
terpaksa membuang asa yg tergurat dalam benak demi masa lalu
demi sebuah harap di masa lalu,
sungguh sebuah kedunguan yang tak akan dilakukan dengan logika

bukan sebuah kebohongan
di masa penantian yang sekarang sudah berakhir
pernah merasakan getaran berbeda dari dunia sekeliling
namun
sekali lagi chapter I and II dalam hidup yg hampir berisi cerita yang sama
dengan casting berbeda, tp tetap pemain pria utamanya
yg terus hanya menjadi pemain pria pembantu...... :)
membuat harus memendam lebih dalam
walaupun kadang terungkapkan dengan cara yg sama sekali tidak lazim...


ketakutan cerita yng akan berulang, pada saat menutup chapter pertama
dengan chapter kedua, sungguh sungguh sudah terjadi
dan benar terjadi
ya....

kini....
disetiap pagi, mungkin tidak setiap pagi
bukan lagi di subuh,
dalam hayal kadang dalam nyata
terpanggil sebuah nama
berusaha mendengar suaranya
ah....
kadang dalam diam, sama sekali diam
ingin ada sebuah kata terucapkan
"ada harap tentang masa depan denganmu"

tetapi,
kisah di chapter satu dan dua terus menghantui alam pikir
hingga gelombang asa yang mulai meninggi terus terpaksa
terkerdilkan

harap
ada sebuah keajaiban
hingga semua menyerah dalam kemauan
temani sebuah jiwa yg kembara di dunia sengsara
memberikan sebuah asa yng tidak biasa
menyerah pada sebuah logika
dan mengisi hati dengan ketulusan

sungguh tak akan terjadi
karena ku akan menyerah dengan waktu......



Jumat, 13 Maret 2009

posting pertamaku

kunjungi facebook hardian_putra90@yahoo.com