Dulu....lama sekali
pernah terbiasa dengan suara dering telphon
di pagi hari, bukan di pagi hari
di subuh yg masih begitu dingin, bahkan sangat dingin....
cuman mengatakan dirinya sudah terjaga
dan siap jalankan aktivitasnya...
sama sekali tak terganggu...
bahkan selalu menantikannya..
hingga kalau sesekali dirinya tak melakukannya
jadi bertanya tanya
hitungan waktu terus berjalan
hingga sampai pada angka yang sama sekali ga pernah terbayangkan
seribu empat ratus empat puluh hari lebih sudah terlewatkan
sungguh bukan waktu yang sedikit untuk sebuah penantian
yang memang dari awal ga pernah jelas
terkungkung dalam masa lalu,
padahal masa lalu tidak pernah mampu menjanjikan harapan
di mana terkadang harus menampik masa di depan
terpaksa membuang asa yg tergurat dalam benak demi masa lalu
demi sebuah harap di masa lalu,
sungguh sebuah kedunguan yang tak akan dilakukan dengan logika
bukan sebuah kebohongan
di masa penantian yang sekarang sudah berakhir
pernah merasakan getaran berbeda dari dunia sekeliling
namun
sekali lagi chapter I and II dalam hidup yg hampir berisi cerita yang sama
dengan casting berbeda, tp tetap pemain pria utamanya
yg terus hanya menjadi pemain pria pembantu...... :)
membuat harus memendam lebih dalam
walaupun kadang terungkapkan dengan cara yg sama sekali tidak lazim...
ketakutan cerita yng akan berulang, pada saat menutup chapter pertama
dengan chapter kedua, sungguh sungguh sudah terjadi
dan benar terjadi
ya....
kini....
disetiap pagi, mungkin tidak setiap pagi
bukan lagi di subuh,
dalam hayal kadang dalam nyata
terpanggil sebuah nama
berusaha mendengar suaranya
ah....
kadang dalam diam, sama sekali diam
ingin ada sebuah kata terucapkan
"ada harap tentang masa depan denganmu"
tetapi,
kisah di chapter satu dan dua terus menghantui alam pikir
hingga gelombang asa yang mulai meninggi terus terpaksa
terkerdilkan
harap
ada sebuah keajaiban
hingga semua menyerah dalam kemauan
temani sebuah jiwa yg kembara di dunia sengsara
memberikan sebuah asa yng tidak biasa
menyerah pada sebuah logika
dan mengisi hati dengan ketulusan
sungguh tak akan terjadi
karena ku akan menyerah dengan waktu......
pernah terbiasa dengan suara dering telphon
di pagi hari, bukan di pagi hari
di subuh yg masih begitu dingin, bahkan sangat dingin....
cuman mengatakan dirinya sudah terjaga
dan siap jalankan aktivitasnya...
sama sekali tak terganggu...
bahkan selalu menantikannya..
hingga kalau sesekali dirinya tak melakukannya
jadi bertanya tanya
hitungan waktu terus berjalan
hingga sampai pada angka yang sama sekali ga pernah terbayangkan
seribu empat ratus empat puluh hari lebih sudah terlewatkan
sungguh bukan waktu yang sedikit untuk sebuah penantian
yang memang dari awal ga pernah jelas
terkungkung dalam masa lalu,
padahal masa lalu tidak pernah mampu menjanjikan harapan
di mana terkadang harus menampik masa di depan
terpaksa membuang asa yg tergurat dalam benak demi masa lalu
demi sebuah harap di masa lalu,
sungguh sebuah kedunguan yang tak akan dilakukan dengan logika
bukan sebuah kebohongan
di masa penantian yang sekarang sudah berakhir
pernah merasakan getaran berbeda dari dunia sekeliling
namun
sekali lagi chapter I and II dalam hidup yg hampir berisi cerita yang sama
dengan casting berbeda, tp tetap pemain pria utamanya
yg terus hanya menjadi pemain pria pembantu...... :)
membuat harus memendam lebih dalam
walaupun kadang terungkapkan dengan cara yg sama sekali tidak lazim...
ketakutan cerita yng akan berulang, pada saat menutup chapter pertama
dengan chapter kedua, sungguh sungguh sudah terjadi
dan benar terjadi
ya....
kini....
disetiap pagi, mungkin tidak setiap pagi
bukan lagi di subuh,
dalam hayal kadang dalam nyata
terpanggil sebuah nama
berusaha mendengar suaranya
ah....
kadang dalam diam, sama sekali diam
ingin ada sebuah kata terucapkan
"ada harap tentang masa depan denganmu"
tetapi,
kisah di chapter satu dan dua terus menghantui alam pikir
hingga gelombang asa yang mulai meninggi terus terpaksa
terkerdilkan
harap
ada sebuah keajaiban
hingga semua menyerah dalam kemauan
temani sebuah jiwa yg kembara di dunia sengsara
memberikan sebuah asa yng tidak biasa
menyerah pada sebuah logika
dan mengisi hati dengan ketulusan
sungguh tak akan terjadi
karena ku akan menyerah dengan waktu......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
mahesa utara